twitter
rss



MAKALAH
KONSEP DASAR IPA 2

“SUMBER LISTRIK”





Dosen Pengajar : Julianto, M.Pd
Disusun oleh,
1.      Dwi Mangesti Puspito Rini         (14010644065)
2.      Nisrohah Neni                             (14010644069)
3.      Moh. Fahim Muridlo                   (14010644070)


Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Surabaya
2015


KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur penulis  panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas makalah yang berjudul “ SUMBER LISTRIK” yang dapat terselesaikan dengan baik. Atas dukungan moral dan materi yang diberikan dalam penyusunan makalah ini, maka penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Julianto, M.Pd selaku dosen mata kuliah landasan kependidikan.
            Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayahNya kepada pihak yang telah memberikan segala bantuan kepada kita semua. Harapan penulis semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga penulis dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
            Akhir kata, dengan segala kerendahan hati penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, masih banyak kesalahan dan kekurangan. Oleh karenanya kritikan dari pembaca adalah wajar adanya, untuk memperbiki kualitas tulisan ini.




                                                                                      Surabaya, 16 November 2015



                                                                                                              

                                                                                                         Penulis








DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR              ...............................................................  2
DAFTAR ISI          ................................................................................. 3
ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
          1.1 Latar belakang          ............................................................... 4
    1.2 Rumusan masalah .................................................................... 4
    1.3 Tujuan               ....................................................................... 4
    1.4 Manfaat  .................................................................................. 4

BAB 2 PEMBAHASAN
A.    Pengertian  sumber listrik ........................................................... 5
B.     Contoh sumber listrik .............................................................. 12
C.     Penerapan di sekolah dasar ..................................................... 21


BAB 3 PENUTUP
          3.1 Kesimpulan    ......................................................................... 23
          3.2 Saran  .................................................................................... 23

DAFTAR PUSTAKA        ..................................................................... 24









BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Listrik merupakan hal  yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kegiatan sehari-hari, listrik telah menjadi kebutuhan utama kita, semua fasilitas kita hampir semuanya menggunakan arus listrik. Misalnya lampu, televisi, kulkas, komputer, kipas angin dan alat-alat elektronik lainnya. Namun masih banyak orang orang yang belum mengenal dan belum tahu sumber arus listrik berasal dan apa penyebab arus listrik dapat bergerak. Bahkan tidak sedikit para pelajar yang ebelum mengetahui tentang sumber arus listrik.
Karena itulah kami mengambil tema ini dalam makalah kami supaya kita dapat mengenal dengan dekat apa yang menyebabkan benda-benda di sekitar kita yang menggunakan listrik dapat berkerja. Sehingga kita tidak hanya memakai arus listrik tersebut, tapi kita juga tahu dari mana sumbernya.
1.2  Rumusan Masalah
a           A. Bagaimana pengertian dari sumber listrik?
             B. Bagaimana contoh-contoh dari sumber listrik?
             C. Bagaimana penerapan di sekolah dasar?
1.3  Tujuan
             A. Mengetahui pengertian dari sumber listrik
                          B. Mengetahui contoh-contoh sumber listrik
             C. Penerapan di sekolah dasar
1.4  Manfaat
             1. Manfaat untuk penulis
          Dengan adanya penulisan makalah ini, dapat memberikan pengalaman serta pengetahuan bagi 
          penulis tentang sumber listrik
             2. Manfaat untuk pembaca
           Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang sumber listrik




BAB 2
PEMBAHASAN

           A. PENGERTIAN
Sumber listrik  adalah alat yang dapat menghasilkan energi listrik.  Energi listrik adalah energi yang timbul karena adanya arus listrik yang mengalir melalui penghatar. Suatu komponen yang berfungsi sebagai tempat untuk mengubah satu jenis energi, misalnya energi kimia dan energi gerak, menjadi energi listrik disebut sumber arus listrik.
Sumber arus listrik dibedakan menjadi dua, yaitu sumber arus listrik bolak-balik (AC) dan sumber arus listrik searah (DC). Sumber arus listrik AC dihasilkan oleh dinamo arus AC dan generator. Ada beberapa macam sumber arus searah, misalnya sel volta, elemen kering (baterai), akumulator, solar sel, dan dinamo arus searah. Elemen volta, batu baterai, dan akumulator merupakan sumber arus searah yang dihasilkan oleh reaksi kimia. Oleh karena itu, elemen volta, batu baterai, dan akumulator sering disebut elektrokimia. Dikatakan elektrokimia sebab alat tersebut mengubah energi kimia menjadi energi listrik.

Elemen dibedakan menjadi dua, yaitu elemen primer dan elemen sekunder.
1.                Elemen primer adalah sumber arus dari bahan kimia yang reaksi kimianya tidak dapat dibalikkan, sehingga elemen ini hanya dapat dipakai selama reaksi di dalamnya masih dapat berlangsung. Hasil reaksi bahan kimia di dalam elemen primer tidak dapat dikembalikan menjadi bahan kimia semula.
           Elemen primer ada bermacam-macam, biasanya elemen primer digolong-golongkan atas dasar perancangnya dan atas dasar bahan yang digunakan sebagai elektrolit serta bahan untuk lempeng-lempengnya. Beberapa jenis elemen primer yang dibahas disini ada :
1)      Elemen Volta
Elemen Volta dikembangkan pertama kali oleh Fisikawan Italia bernama Allesandro Volta (1790 - 1800) dengan menggunakan sebuah bejana yang diisi larutan asam sulfat (H2SO4) dan dua logam tembaga (Cu) dan seng (Zn). Bagian utama elemen Volta, yaitu,
 1. Kutub positif (anode) terbuat 
    dari tembaga (Cu),
2.   Kutub negatif (katode) terbuat seng (Zn), 
3.   Larutan elektrolit terbuat dari asam sulfat (H2SO4).
Lempeng tembaga memiliki potensial tinggi, sedangkan lempeng seng memiliki potensial rendah. Jika kedua lempeng logam itu dihubungkan melalui lampu, lampu akan menyala. Hal ini membuktikan adanya arus listrik yang mengalir pada lampu. Ketika lampu menyala, larutan elektrolit akan bereaksi dengan logam tembaga maupun seng sehingga menghasilkan sejumlah elektron yang mengalir dari seng menuju tembaga. Adapun, reaksi kimia pada elemen Volta adalah sebagai berikut.
1.          Pada larutan elektrolit terjadi reaksi H2SO4 → 2H+ SO2–4
2.          Pada kutub positif terjadi reaksi Cu + 2H+ → polarisasi H2
3.          Pada kutub negatif terjadi reaksi Zn + SO4 → ZnSO4+ 2e
Reaksi kimia pada elemen Volta akan menghasilkan gelembung-gelembung gas hidrogen (H2). Gas hidrogen tidak dapat bereaksi dengan tembaga, sehingga gas hidrogen hanya menempel dan menutupi lempeng tembaga yang bersifat isolator listrik. Hal ini menyebabkan terhalangnya aliran elektron dari seng menuju tembaga maupun arus listrik dari tembaga menuju seng. Peristiwa tertutupnya lempeng tembaga oleh gelembung-gelembung gas hidrogen disebut polarisasi. Adanya polarisasi gas hidrogen pada lempeng tembaga menyebabkan elemen Volta mampu mengalirkan arus listrik hanya sebentar. Tegangan yang dihasilkan setiap elemen Volta sekitar 1,1 volt. Penggunaan larutan elektrolit yang berupa cairan merupakan kelemahan elemen Volta karena dapat membasahi peralatan lainnya.
2.      Elemen sekunder merupakan elemen elektrokimia yang dapat diperbaharui bahan-bahan pereaksinya. Elemen sekunder ini harus diberi muatan terlebih dahulu sebelum digunakan, yaitu dengan cara melewatkan arus listrik melaluinya. Contoh elemen sekunder adalah akumulator. Akumulator banyak digunakan dalam kendaraan bermotor seperti sepeda motor dan mobil.
Akumulator disebut juga elemen basah. Akumulator terdiri atas pasangan-pasangan keping timbal dan timbal dioksida. Pasangan ini disebut sel. Setiap pasangan timbal dan timbal dioksida ini mampu memberikan tegangan 2 volt. Kapasitas penyimpanan sebuah aki dapat terlihat berupa tulisan angka pada aki. Contoh, pada aki tertulis 12V 40 AH, artinya aki mempunyai ggl 12 volt dan mengalirkan arus listrik 40 ampere selama 1 jam.







Sama seperti pada baterai, akumulator juga mempunyai dua buah kutub, yaitu kutub positif dan kutub negatif. Kutub negatif. terletak pada timbal dan kutub positif pada timbal dioksida. Timbal dan timbal dioksida dicelupkan ke dalam larutan elektrolit asam sulfat. Keuntungan pemakaian elemen sekunder misalnya akumulator yaitu dapat diperbaharui. Agar akumulator dapat berfungsi kembali, perlu dimuati oleh sumber arus searah (DC).
Perubahan energi saat aki digunakan yaitu dari energi kimia menjadi energi listrik. Sedangkan saat pengisian aki terjadi perubahan energi dari energi listrik menjadi energi kimia. Cara pengisian aki adalah sebagai berikut.
·            Hubungkan dengan sumber tegangan arus DC yang beda potensialnya lebih tinggi dari aki tersebut.
·            Arus yang mengalir kecil sehingga perlu waktu lebih lama. Hal ini bertujuan agar tidak merusakkan sel aki.
·             Ukur konsentrasi larutan dengan hidrometer.
·             Perhatikan ukuran kapasitas akinya dengan amperejam.
Semua sumber arus listrik memiliki kemampuan memberikan gaya pada elektron sehingga elektron dari sebuah atom materi dapat bergerak. Gaya dari sumber baterai yang demikian disebut sebagai gaya gerak listrik (ggl).
a.       Gaya Gerak Listrik
Gaya gerak listrik sering juga disebut tegangan. Satuan gaya gerak listrik adalah volt (V). Ggl diberi lambang E. Misal pada kulit luar baterai tercantum label 1,5 V, ini menunjukkan besarnya ggl yang dibangkitkan oleh baterai tersebut. Jadi, ggl merupakan beda potensial antara kutub-kutub sebuah sumber listrik (baterai) saat sumber tidak mengalirkan listrik (saklar terbuka).
Pada lebel setiap sel listrik selalu tertulis suatu besaran seperti 1.5 V, 9V atau 12 V. Besaran tersebut mrnunjukkan gaya gerak listrik (ggl) yang dihasilkan oleh sumber arus listrik. Ggl adalah beda potensial suatu sumber arus listrik ketika sumber arus listrik tersebut tidak digunakan.
Ketika sumber arus listrik kita pakai, maka beda potensialnya berkurang. Beda potensial sumber listrik ketika dipakai disebut tegangan jepit Tegangan jepit selalu lebih kecil dari ggl. Ggl dan tegangan jepit dapat diukur dengan menggunakan voltmeter. Voltmeter adalah alat untuk mengukur tegangan listrik. Volt meter dipasang paralel dengan komponen yang akan diukur.
Untuk menghitung besarnya ggl dan tegangan jepit pada suatu rangkaian listrik, dapat digunakan rumus sebagai berikut :
 
V = I . R
E = I (R + r)

Keterangan :
V     : Tegangan Jepit (Volt)
E     : Gaya Gerak Listrik (Volt)
I      : Arus Listrik (Ampere)
R     : Hambatan Luar (Ohm)
r       : Hambatan Dalam (Ohm)

b.      Tegangan Listrik
Tegangan listrik adalah beda potensial antara dua buah kutub sumber tegangan. Alat untuk mengukur tegangan disebut voltmeter. Selain tegangan antara kutub-kutub sumber tegangan, setiap alat listrik dalam sebuah rangkaian tertutup akan mempunyai tegangan yang dapat diukur dengan voltmeter. Tegangan ini disebut tegangan jepit. Jadi tegangan jepit merupakan beda potensial antara kutub-kutub sebuah sumber arus listrik ketika sumber mengalirkan arus listrik. Misalkan sebuah sumber 12 V digunakan untuk menyalakan sebuah lampu, ukurlah potensial listrik lampu tersebut dengan cara memasangkan voltmeter secara paralel dengan lampu. Tegangan yang terbaca pada voltmeter ini merupakan tegangan jepit atau tegangan terpakai oleh alat. Nilai tegangan jepit tergantung pada nilai hambatan bebannya. Makin besar nilai hambatan bahan makin kecil nilai tegangan jepitnya.
·         Pengukuran tegangan listrik
Kamu sudah mengetahui bahwa alat ukur lsitrik yang cukup penitng, selain amperemeter, adalah voltmeter. Amperemeter digunakan untuk mengetahui kuat arus listrik dalam suatu rangkaian tertutup. Adapun, voltmeter digunakan untuk mengukur beda potensial. Misalnya beda potensial antara kutub-kutub baterai atau beda potensial di dua titik suatu rangkaian listrik.
Dalam suatu rangkaian, penggunaan voltmeter secara paralel. Maksudnya, terminal positif voltmeter (berwarna merah) dihubungkan dengan kutub positif batu baterai. Adapun kutub negatif voltmeter dihubungkan dengan kutub negatif batu baterai.
Salah satu contoh penggunaan voltmeter yaitu pada pengukuran gaya gerak listrik dan tegangan jepit suatu rangkaian.
Perbedaan antara besarnya GGL dengan tegangan jepit menimbulkan adanya kerugian tegangan. Baterai atau sumber arus listrik lainnya memiliki hambatan dalam. Dalam suatu rangkaian, hambatan dalam (r) selalu tersusun seri dengan hambatan luar (R). Perhatikan Gambar 9.8. Berdasarkan gambar, rumus Hukum Ohm dapat ditulis sebagai berikut.


Untuk beberapa elemen yang dipasang secara seri berlaku



                                             Etotal = E1 + E2 +…+En = nE
                                              rtotal = r1 + r2 +…rn = nr
                                              Sehingga

Untuk beberapa elemen yang dipasang secara paralel berlaku
                                           Sehingga

Keberadaan hambatan dalam itulah yang menyebabkan menyebabkan kerugian tegangan. Kerugian tegangan dilambangkan dengan U satuannya volt. Hubungan antara GGL, tegangan jepit, dan kerugian tegangan dirumuskan.

E = V + U
dengan:
·   E = gaya gerak listrik satuannya volt (V)
·   V = tegangan jepit satuannya volt (V)
·   U = kerugian tegangan satuannya volt (V)

Agar peralatan listrik dan elektronik dapat beroperasi, dibutuhkan sumber tegangan listrik yang sesuai dengan kebutuhan alat tersebut. Sumber listrik yang tidak sesuai dapat berakibat alat tersebut tidak bisa beropersai, beroperasi tidak optimal, bahkan alat tersebut dapat rusak. Kesesuaian sumber listrik tersebut mencakup jenis tegangan atau arus yang dibutuhkan (AC atau DC), besar-kecilnya tegangan yang diperlukan, dan arus minimal yang dibutuhkan.

                   B. Contoh Sumber Listrik
Terlepas dari besar-kecilnya tegangan yang dihasilkan, ada beberapa alat atau benda yang dapat menghasilkan sumber listrik di antaranya:
1.      Perusahaan Listrik Negara (PLN)
Melalui pembangkit listrik seperti PLTA dan PLTU dapat menghasilkan listik AC. Sampai saat ini PLN masih merupakan sumber listrik utama di negara Indonesia.

2.      AKI (Accu) atau Battery Cair
Adalah adalah sebuah alat yang dapat menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia. Sesuai dengan standar internasional, setiap satu cell accu memiliki tegangan nominal sebesar 2 Volt. Dengan demikian Accu/Aki 12 Volt mempunyai cell sebanyak 6 buah demikian juga dengan Aki 6 Volt mempunyai cell sebanyak 3 buah dan seterusnya kelipatan dua. Aki banyak digunakan pada kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat. Di samping itu banyak perangkat elektronik yang masih menggunakan Aki cair sebagai sumber listrik DC misalnya Sentral Telepon Digital dan BTS.

Lempeng timbal dioksida dan timbal murni disusun saling bersisipan akan membentuk satu pasang sel akumulator yang saling berdekatan dan dipisahkan oleh bahan penyekat berupa isolator. Beda potensial yang dihasilkan setiap satu sel akumulator 2 volt. Dalam kehidupan sehari-hari, ada akumulator 12 volt yang digunakan untuk menghidupkan starter mobil atau untuk menghidupkan lampu sein depan dan belakang mobil. Akumulator 12 volt tersusun dari 6 pasang sel akumulator yang disusun seri. Kemampuan akumulator dalam mengalirkan arus listrik disebut kapasitas akumulator yang dinyatakan dengan satuan Ampere Hour (AH). Kapasitas akumulator 50 AH artinya akumulator mampu mengalirkan arus listrik 1 ampere yang dapat bertahan selama 50 jam tanpa pengisian kembali.

a. Proses Pengosongan Akumulator
Pada saat akumulator digunakan, terjadi perubahan energi kimia menjadi energi listrik dan terjadi perubahan anode, katode dan elektrolitnya. Pada anode terjadi perubahan yaitu timbal dioksida (PbO2) menjadi timbal sulfat (PbSO4). Perubahan yang terjadi pada katode adalah timbal murni (Pb) menjadi timbal sulfat (PbSO4). Adapun pada larutan elektrolit terjadi perubahan, yaitu asam sulfat pekat menjadi encer, karena pada pengosongan akumulator terbentuk air (H2O). Susunan akumulator adalah sebagai berikut.
1.         Kutub positif (anode) terbuat dari timbal dioksida (PbO2).
2.         Kutub negatif (katode) terbuat dari timbal murni (Pb).
3.         Larutan elektrolit terbuat dari asam sulfat (H2SO4) dengan kepekatan 30%.
Ketika akumulator digunakan, terjadi reaksi antara larutan elektrolit dengan timbal dioksida dan timbal murni sehingga menghasilkan elektron dan air. Reaksi kimia pada akumulator yang dikosongkan adalah sebagai berikut.
1.         Pada elektrolit : H2SO4 →2H+ + SO4 2–
2.         Pada anode: PbO2 + 2H+ + 2e + H2SO4 →PbSO4+2H2O
3.         Pada katode : Pb + SO 42 → PbSO4
Pada saat akumulator digunakan, baik anode maupun katode perlahan - lahan akan berubah menjadi timbal sulfat (PbSO4). Jika hal itu terjadi, maka kedua kutubnya memiliki potensial sama dan arus listrik berhenti mengalir. Terbentuknya air pada reaksi kimia menyebabkan kepekatan asam sulfat berkurang, sehingga mengurangi massa jenisnya. Keadaan ini dikatakan akumulator kosong (habis).

b. Proses Pengisian Akumulator
Akumulator termasuk elemen sekunder, sehingga setelah habis dapat diisi kembali. Pengisian akumulator sering disebut penyetruman akumulator. Pada saat penyetruman akumulator terjadi perubahan energi listrik menjadi energi kimia. Perubahan yang terjadi pada anode, yaitu timbal sulfat (PbSO4) berubah menjadi timbal dioksida (PbO2). Perubahan pada anode, yaitu timbal sulfat (PbSO4) berubah menjadi timbal murni (Pb). Kepekatan asam sulfat akan berubah dari encer menjadi pekat, karena ketika akumulator disetrum terjadi penguapan air. Bagaimanakah cara menyetrum akumulator?

Untuk menyetrum akumulator diperlukan sumber tegangan DC lain yang memiliki beda potensial yang lebih besar. Misalnya akumulator 6 volt kosong harus disetrum dengan sumber arus yang tegangannya lebih dari 6 volt. Kutub - kutub akumulator dihubungkan dengan kutub sumber tegangan. Kutub positif sumber tegangan dihubungkan dengan kutub positif akumulator. Adapun, kutub negatif sumber tegangan dihubungkan dengan kutub negatif akumulator. Rangkaian ini menyebabkan aliran elektron sumber tegangan DC berlawanan dengan arah aliran elektron akumulator.

Elektron - elektron pada akumulator dipaksa kembali ke elektrode akumulator semula, sehingga dapat membalik reaksi kimia pada kedua elektrodenya. Agar hasil penyetruman akumulator lebih baik, maka arus yang digunakan untuk mengisi kecil dan waktu pengisian lama. Besarnya arus listrik diatur dengan reostat. Pada saat pengisian terjadi penguapan asam sulfat, sehingga menambah kepekatan asam sulfat dan permukaan asam sulfat turun. Oleh sebab itu, perlu ditambah air akumulator kembali.

Susunan akumulator yang akan disetrum (diisi) dalam keadaan masih kosong, yaitu
1. Kutub positif (anode) terbuat dari timbal dioksida (PbSO4),
2. Kkutub negatif (katode) terbuat dari timbal murni (PbSO4),
3. Larutan elektrolit terbuat dari asam sulfat (H2SO4) encer.
Reaksi kimia saat akumulator diisi, yaitu
1.                  Pada elektrolit : H2SO4 →2H+ + SO4 2–
2.                  Pada anode : PbSO4 + SO4 2– + 2H2O→ PbO2 + 2H2SO4
3.                  Pada katode: PbSO4 + 2H+ → Pb + H2SO4
Jadi, saat penyetruman akumulator pada prinsipnya mengubah anode dan katode yang berupa timbal sulfat (PbSO4) menjadi timbal dioksida (PbO2) dan timbal murni (Pb)
Pada saat digunakan, aki dapat mengubah energi kimia menjadi energi bentuk listrik. Aki banyak dipakai pada kendaraan bermotor dan dimanfaatkan untuk menyalakan lampu, klakson, dan menghidupkan mesin. Sumber energi pada aki dapat habis. Aki yang sudah lemah atau habis energi dari listriknya dapat diisi kembali (dicas atau disetrum) sehingga aki dapat digunakan kembali.

 

 


3.      Battery Kering
Adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi listrik dalam zat kimia kering. Elemen kering pertama kali dibuat oleh Leclance. Bagian utama elemen kering adalah
1)            ``kutub positif (anode) terbuat dari batang karbon (C),
2)                  kutub negatif (katode) terbuat dari seng (Zn),
3)                  larutan elektrolit terbuat dari amonium klorida (NH4Cl),
4)                  dispolarisator terbuat dari mangan dioksida (MnO2).
Baterai disebut elemen kering, karena elektrolitnya merupakan campuran antara serbuk karbon, batu kawi, dan salmiak yang berwujud pasta (kering). Batang karbon (batang arang) memiliki potensial tinggi, sedangkan lempeng seng memiliki potensial rendah. Jika kedua elektrode itu dihubungkan dengan lampu maka lampu akan menyala. Hal ini membuktikan adanya arus listrik yang mengalir pada lampu. Ketika lampu menyala, larutan elektrolit akan bereaksi dengan seng. Adapun, reaksi kimia pada batu baterai adalah sebagai berikut.





Elemen Kering (Baterai)
1)      Pada larutan elektrolit terjadi reaksi Zn + 2NH4Cl → Zn2+ + 2Cl + 2NH3 + H2 (ditangkap dispolarisasi)
2)      Pada dispolarisator terjadi reaksi H2 + 2MnO2 → Mn2O3 + H2O
Reaksi kimia pada batu baterai akan menghasilkan gelembung-gelembung gas hidrogen (H2). Gas hidrogen akan ditangkap dan bereaksi dengan dispolarisator yang berupa mangan dioksida (MnO2) menghasilkan air (H2O), sehingga pada batu baterai tidak terjadi polarisasi gas hidrogen yang mengganggu jalannya arus listrik. Bahan yang dapat menghilangkan polarisasi gas hidrogen disebut dispolarisator. Adanya bahan dispolarisator pada batu baterai, menyebabkan arus listrik yang mengalir lebih lama. Setiap batu baterai menghasilkan tegangan 1,5 volt. Elemen kering (batu baterai) banyak dijual di toko karena memiliki keunggulan antara lain tahan lama (awet), praktis karena bentuk sesuai kebutuhan, dan tidak membasahi peralatan karena elektrolitnya berupa pasta (kering).
Baterai merupakan sumber energi dari listrik yang berisi zat-zat kimia. Pada zat-zat kimia tersimpan energi kimia yang dapat berubah menjadi energi bentuk listrik apabila kutub positif (+) dihubungkan dengan kutub negatif (–).



Berupa batang karbon yang dibenamkan ke dalam campuran mangan dioksida (MnO2) dan amonium klorida (NH4Cl). Kutub negatif baterai adalah lapisan paling luar yang terbuat dari seng (Zn). Campuran mangan dioksida berfungsi sebagai zat pelindung elektrolit. Di antara lapisan paling luar yaitu seng berfungsi sebagai kutub negatif dan campuran mangan dioksida terdapat pasta amonium klorida yang berfungsi sebagai elektrolit. Di antara kutub positif dan kutub negatif ini terdapat beda potensial. Beda potensial inilah yang menyebabkan baterai tersebut dapat mengalirkan arus listrik jika dipasangkan secara benar dalam sebuah rangkaian. Suatu saat, karbon dan elektrolit dari baterai akan habis sehingga baterai tersebut tidak dapat menghasilkan arus listrik.  
Penyempurnaan dari sel seng karbon adalah baterai alkalin. Ukuran, bentuk, dan tegangannya mirip dengan sel seng karbon, tetapi jika digunakan dalam suatu peralatan, sel alkalin dapat bertahan enam atau tujuh kali lebih lama dibanding sel seng karbon biasa. Dalam sel alkalin mengandung elektrolit larutan kalium hidroksida. Pelat logamnya terbuat dari nikel dan senyawa kadmium.
Jenis Battery kering sering dipakai sebagai sumber listrik dalam peralatan elektronik seperti handphone, laptop, notebook, tablet, UPS (Uninterupable Power Suply),  EPS (Emergensy Power Source), Lampu Emergency, dan sebagainya,
4.      Adaptor
Adaptor adalah suatu alat elektronik yang terdiri dari komponen-komponen elektronika dalam suatu rangkaian regulator untuk menurunkan tegangan tinggi sekaligus mengubah tegangan AC menjadi DC. Adaptor tidak bisa bekerja sendiri tanpa sumber listrik dari PLN. Adaptor sering digunakan sebegai sumber listrik DC untuk menjalankan sekalugus melakukan pengisisan (charge battery) pada perangkat elektronika seperti telpon selular, laptop, notbook, tablet, dan sebagainya.


5.      Generator
Prinsip kerja generator adalah mengubah energi gerak menjadi energi bentuk listrik. Dinamo merupakan generator kecil dan banyak digunakan pada sepeda. Dinamo sepeda terdiri atas magnet berbentuk tabung dan sebuah kumparan (kawat yang digulung secara teratur). Kumparan dipasang di sekitar magnet tabung yang berputar.
Dinamo biasanya dipasang dekat roda depan sepeda. Pada saat sepeda dijalankan, kepala dinamo yang berhubungan langsung dengan magnet akan berputar karena bergesekan dengan roda. Magnet yang berputar menimbulkan arus listrik pada kumparan, sehingga dapat digunakan untuk menyalakan lampu. Jadi, dinamo dapat mengubah energi mekanik (gerak/kinetik) menjadi energi bentuk listrik.

Generator dapat mengubah energi gerak menjadi energi bentuk listrik. Generator merupakan sumber energi ldari istrik yang besar dan dipakai pada pusat pembangkit listrik. Generator dihubungkan ke turbin. Turbin adalah roda besar yang berputar cepat sekali.





           C. PENERAPAN DI SEKOLAH DASAR

Rangkaian listrik adalah susunan berbagai alat listrik dan sumber listrik. Apabila kutub positif (+) dan kutub negatif (–) baterai (sumber arus) dihubungkan dengan sepotong kabel membentuk rangkaian, maka timbul arus listrik. Arus listrik mengalir dari kutub positif (+) ke kutub negatif (–). Bagaimana arus listrik dapat mengalir dalam suatu rangkaian

Rangkaian listrik,
baterai, kabel, dan lampu

Latihan :

Tujuan: membuat rangkaian listrik sederhana.

Alat dan Bahan:

·                      baterai

·                      kabel

·                      lampu bolam 1,5V

 

Langkah Kerja:

1.                   Potonglah kabel menjadi dua bagian. Kupas plastik pembungkus ujung-ujung kabel, sehingga kawatnya terlihat.

2.                   Ambil salah satu kabel yang sudah dipotong. Lilitkan salah satu ujungnya pada leher lampu. Tempelkan ujung kabel yang lain pada kutub negatif (–) baterai (seperti gambar (a)). Amati apa yang terjadi.

3.                   Ujung kabel masih menempel pada kutub negatif (–) baterai. Kemudian tempelkan bagian bawah lampu ke kutub positif (+) baterai (seperti gambar (b)). Amati apa yang terjadi.

4.                   Amati kabel yang sepotong lagi, kemudian susunlah seperti pada gambar (c). Amati apa yang terjadi.

5.                   Dari hasil pengamatanmu, diskusikan dengan temanmu dan buatlah kesimpulan.

 

Pada gambar (a) lampu tidak dapat menyala karena kutub positif (+) dan kutub negatif (–) baterai tidak terhubung, maka arus listrik tidak mengalir. Pada gambar (b) dan (c) lampu dapat menyala karena kutub positif (+) dan kutub negatif (–) baterai terhubung sehingga ada arus listrik mengalir.





BAB 3
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Sumber listrik  adalah alat yang dapat menghasilkan energi listrik.  Energi listrik adalah energi yang timbul karena adanya arus listrik yang mengalir melalui penghatar.
Contoh sumber listrik :
1.      Perusahaan Listrik Negara (PLN)
2.      AKI (Accu) atau Battery Cair
3.      Battery Kering
4.      Adaptor
5.      Generator

3.2  Saran
Melalui pembahasan dari materi ini, kami menganjurkan supaya kita para pembaca memahami dengan baik darimana sumber listrik itu berasal dan komponen-komponen apa saja yang ada di dalamnya. Sehingga jika terjadi masalah mengenai sumber listrik, kita dapat mengetahui komponen mana yang mengalami gangguan dan tahu cara mengatasinya karena dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa lepas dari  listrik.



DAFTAR PUSTAKA

Abadi prayitno dan varuliana deae. 2008. Energi dan Kegunaannya. Tidak diketahui tempat penerbit: Azka Press
Foster, Bob. 2014. Fisika SMA Jilid 1B untuk Kelas X. Jakarta: Erlangga
Husin, Abdul (terj). 2000. Kamus Fisika Bergambar. Jakarta: Erlangga
Kusumo, Romli Ainul. 2013. Rangkuman Ilmu Pengetahuan Alam Lengkap. Jakarta: DuniaCerdas
Sears, Francis Westo dan Mark W. Zemansky. Fisika Untuk Universitas 2. Jakarta: Bina Cipta
Sukmono, Firdaus. 2006. Fisika. Jakarta: Visindo Media Persada.
Sulistyo dan Setyono. 2006. Intisari Fisika SMP. Bandung: Pustaka
Tim MGMP Fisika SMA/MA. 2007. Fisikauntuk SMA/MA XB. Jakarta : Multi Grafi KA
Uliya, Darojatul dan Amin Kristianto Saputra. 2010. Ringkasan Ilmu Pengetahuan Alam Lengkap. Jakarta: Niaga Swadaya
Wariyono, Sukis. 2008. Panduan Belajar IPA Terpadu untuk kelas IX SMP/MTS. Surakarta: CV. Putra Nugraha
WEB :
http://www.crayonpedia.org/mw/SUMBER_ARUS_LISTRIK.Stukis_Wariyono, diakses tanggal 26 Oktober 2015
http://budisma.web.id/materi/sma/fisika-kelas-x/menghitung-rangkaian-seri-paralel-ggl/, diakses 26 Oktober 2015